Tampilkan postingan dengan label Creepy love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Creepy love. Tampilkan semua postingan

Senin

Goofy Versus Chaky part 1

 


 “So, I love you because the entire universe conspired to help me find you.”
Paulo Coelho, The Alchemist


“Berapa nomor mandiri”? aku bertanya panik. Setelah berulang kali melongok ke dalam tas coklat yang ku sandang, berkali kali memastikan bahwa dompet kulit dari Yogya telah benar benar hilang. Keringat mengucur di dahi ku, Jakarta mendadak panas sekali dan wajah dihadapan ku tak kalah membuat gerah.

Pria itu berdiri tegap di hadapan ku. Dengan enggan ia merogoh ponsel blackberry dari saku celana jeans abu-abu, jeans yang sepadan sekali dengan kemeja coklat yang ia kenakan hari itu, Sudah berbulan-bulan lamanya sejak aku memilihkan kemeja coklat itu untuknya, dengan hati-hati sekali, karena seleranya di luar nalar. Ia menolak kemeja motif kotak kotak karena menurutnya pasaran. Aku mengerutkan kening, menurut ku, baju itu mengikuti si pengguna, meskipun warna dan modelnya sama hasilnya akan berbeda beda, tergantung dari cara orang mempresentasikan diri yang sudah pasti berbeda. Terlihat sekali, betapa cara kami berfikir cukup bertolak belakang, perbedaan demi perbedaan kerap kali membuyarkan kedamaian, Kami tak habis-habisnya mengotot dalam perdebatan perdebatan panjang yang melelahkan.

Wajah kesalnya sore itu, membuat ku setengah tertawa dalam hati, membayangkan apa jadinya jika yang hilang bukan hanya dompet berisikan KTP dan ATM. Bisa jadi ia mengutuk saya, mengambil kesimpulan betapa bodohnya perempuan yang telah menemaninya selama setahun. Setelah membenamkan diri ke layar ponsel, ia menyodorkan blackberry putih itu kepada saya, sedetik menatap ke wajah saya lalu segera mengalihkan pandangannya, acuh tak acuh. Seketika, saya menatap pilu kearah pria berkemeja coklat, bertanya dalam hati kenapa ia seakan akan tidak peduli, sesulit itukah meluangkan menit untuk mencari nomor mandiri dari bb?.

Sambil menghela nafas, saya segera memainkan jari jari saya pada windows bbm, percuma saja mengharap dari pria berkemeja coklat itu, yang bahkan memandang saya saja keberatan. Saya mengetik pernyataan singkat pada teman di sebrang sana. “ATM gw raib lagi, hehe, cariin nomor mandiri cepet.” Secepat itu pula teman saya membalas, apakah ini pertanda Tuhan, bahwa ia yang di depan mata bahkan tidak peduli? Apakah kami memaksakan diri bertahan karena saling sayang, meskipun ketidakcocokan diantara kami seperti angin, tak kasat mata tetapi bisa di rasakan. Atau kami menikmati ketidakcocokan ini, Tuhan? Seperti es campur yang menyatu lantas menghasilkan rasa khas yang lezat.

Aku menarik tangan si kemeja coklat yang tengah sejurus pandang menatap kejauhan, mengajaknya mencari tempat duduk. Aku butuh pijakan dan senderan, Terlebih aku membutuhkan genggaman tangan, Sebuah obat penenang dosis tinggi di kala rentan. Lantas apa jadinya, jika si Sangunis ini bahkan telah padam menjadi si sangunis, si baby cheerfull telah kehilangan sifat sifat dasarnya yang mendarah daging. Hanya karena dominasi kemarahan seorang pria. Well, Aku tidak mendapatkan apa-apa selain tepisan tangan mu yang begitu angkuh, tapi…biar saja. Tidak masalah.


Rabu

Everyone Have Their Own "Adele Song"

 Anara, memainkan rambut bergelombangnya. Menatap sejurus pada laptop, ia pun sesekali mengecap secangkir kopi pahit. Punggungnya menoleh ke jendela, mencoba mencari kekuatan dalam hujan yang tengah mengguyur Jakarta. Terdiam dalam kesunyian, Anara membaca kembali deretan kata yang telah ia tuliskan untuk si wajah kotak. Ia meragu. Icon email menyala-yala riang, seakan-akan menantang Anara untuk  menggerakkan telunjuknya pada icon sending.


Compose to: Si muka kotak
From: Anara
Time: 31 May. 17.00
...................................................................................................
title: Everyone Have Their Own "Adele Song"



"Never mind i'll find someone like you"
"i wish nothing but the best for you"


Seharusnya, tidak usah mengetik nama kamu dalam situs facebook. Jakarta sedang hujan, seperti pertemuan pertama kita 2 tahun yang lalu, aku berdiri menunggu dalam hujan dan kamu membawa payung besar penuh harapan. Tidak semestinya aku memejamkan mata sesaat tadi, hanya untuk merasakan semilir angin masa lalu meniup niup wajah ku lagi. Aku menutup pintu rapat, agar tungku pemanas bisa menghangatkan raga kosong yang tersisa setelah kamu pergi, tungku yang menjaga ku tetap waras. Namun beberapa saat lalu, tembok yang sudah ku susun rapih, pijakan yang kembali kokoh, seketika hancur dan membuncah kembali, setelah aku bermain-main dengan nama mu, dalam kotak search di situs facebook. Sebodoh itu kah aku, jika masih mengharapkan kau sendiri saja di luar sana?

 "i heard that you settle down"
 " that you find a girl"
 " that you married now"


Kekecewaan tergambar jelas dalam wajah, aku terseret lagi ke dalam jurang gelap,  selalu saja begitu, jika itu mengenai kamu dan wanita-wanita baru mu. Raga ku menjadi beku, darah mengalir deras. Potongan demi potongan saat kita berada dalam satu masa, diputar kembali oleh memori otak, selalu saja menghantui. Kau, si wajah kotak yang sempurna. Hadiah dari Tuhan, yang ku sia-siakan. 

"Nothing compare"
"my regret and mistake"

Selalu saja percaya bahwa aku tidak membutuhkan kesempurnaan dalam diri mu, lantas aku berlari pergi ketakutan.  Berlari mengejar langit, meskipun jari-jari tangan mu memaksa ku menetap di bumi dan padang rumput indah yang kau janjikan. Benar, aku mencintai mu seperti hawa yang hanya menatap kepada Adam saja. Memang benar sedalam itu,  hanya saja, dahulu aku begitu patuh pada emosi, amarah, dan keraguan. Aku bisa apa? Aku masih muda sekali waktu itu..

"sometimes it last in love"
"but sometimes its hurts instead"

Aku menatap nanar, ketika perempuan cantik itu memeluk mu erat. Sungguh tidak adil, ia  menemui mu di masa sekarang, ketika kematangan emosi mempermudah semuanya. Biarkan saja, semilir angin membawa ku kembali ke masa dengan mu, sebentar saja. 

"i hope you see my face
that you will remind that..
for me isn't over yet"


...................................................................................................................................................

Anara masih saja termenung memandang hujan. Icon email masih menyala-yala liar. Ia beranjak pergi, setelah merapihkan kembali riasan mata pada wajah yang sembab. Mata bulatnya mencari-cari satu icon.

Save as to draft

click




Minggu

pil penenang dosis tinggi

aku lebih memilih untuk menulis daripada berbicara dengan mu, mengenai apa yang sedang terjadi dengan si penderita quater life crisis, macam aku ini. Aku merasa tidak ada satupun yang mengerti, kecuali Tuhan. Tidak ada satupun yang mendengarkan baik baik kecuali Tuhan, bahkan tidak juga dengan kamu meskipun aku sudah menceritakan secara gamblang dalam obrolan kita terakhir, bahwa aku mengharapkan kamu menjadi obat penenang. Sebenarnya, aku mengharapkan semua orang yang aku kenal bisa menjadi obat penenang saat aku sedang "sakit", tapi dari dulu peran aku tidak pernah berubah, Tuhan hanya menginginkan aku menjadi badut mereka, menjadi pil penenang mereka, tanpa mereka benar benar peduli bahwa aku adalah badut yang bisa sakit, sama sakitnya seperti mereka. 

Aku tahu, setiap badut juga butuh pil penenang saat "sakit". Tapi aku baru saja menyadari, bahwa aku adalah satu satunya badut yang tidak punya pil, aku layaknya badut kesepian. Aku tidak pernah meminta banyak dari kamu, yang sudah mengenal ku setahun lebih, teman terbaik sekaligus pacar menyenangkan. Aku hanya ingin kamu mengerti bahwa aku juga membutuhkan pil yang aku selalu berikan gratis kepada kamu, teman terdekat, dan keluarga. Pil yang sama ketika kalian semua membutuhkan support disaat sedang meragu dalam langkah hidup, ketika kalian membutuhkan kata-kata yang meninggikan yang kemudian membuat kalian bisa menemukan kepercayaan diri kalian kembali.Aku juga butuh itu.

Apakah, hanya aku yang diberikan keahlian dari Tuhan untuk bisa melihat keraguan dan ketidakpercayaan dalam diri kalian, bahwa kalian butuh ditinggikan selamanya tanpa menoleh sedikit pun ke wajah ku yang bisa kapan saja merasa terjatuh. Meskipun aku berteriak lantang bahwa aku badut yang sedang  "sakit", tapi apakah kamu benar benar mendengarkan? apakah aku terlalu berlebihan meminta kamu menjadi obat penenang yang aku butuhkan sesekali saja. Sesekali saja.



 

Ps: aku membutuh Pil dosis tinggi, Tuhan


Senin

Rumus Romance

dunia gonjang ganjing begitu saya mengetahui rahasia alam semesta. Rahasia yang saya simpan sendiri, namun lewat blog ingin saya bagikan dalam bentuk kalimat tanya. "it is true?", coba deh anda renungkan kembali hidup anda beberapa tahun kebelakang, coba ingat ingat lagi karakter2 pasangan anda, bandingkan satu persatu dan temukan rahasianya. 

Rumusnya sederhana yaitu A, B, A, B, A, B. A dan B adalah dua karakter yang saling bertolak belakang, bisa dibilang A adalah simbol atas karakter pasangan yang jenaka, tidak pedean, selalu berlagak bodoh, sama sekali tidak cool, tapi disisi lain lebih sweet dan hangat ketimbang B yaitu pasangan dengan karakter super cool, public speaking yang baik dengan image pintar, bisa berlagak bodoh dan jenaka namun dalam kadar yang masih cool, unreachable karena bisa menjadi sangat dingin, namun disisi lain lebih jantan dan gak menye menye dengan kadar percaya diri dan tingkat kesombongan tgkt dewa. Intinya A dan B, sangat bertolak belakang. Terkait dengan rumus A, B, A, B, A, B yang saya tuliskan diatas, bagaimana kalau saya namakan rumus saling silang. Kenyataannya, rumus saling silang saya temukan dalam sejarah panjang pengalaman romance saya yang penuh liku serta berdarah darah.
Rumus A, b, a, B....jika Menilik jejak jejak fosil di hati saya yang sudah soek, bisa dibilang pacar pertama saya adalah tipe A, Oke ini bukan pacar sih, lebih kepada love at first sight, saya berlaku layaknya secret admirer super bodoh yang gak berani bilang suka dibawah bayang bayang seragam putih biru. Polos abies, saya lebih memilih menjadi si pintar dan si kutu buku yang selalu maju ke podium penghargaan biar dia bisa lihat saya. Hadoooooh. 

Setelah dekat dengan tipe A, si cool yang pintar, saya lalu jadian dengan tipe B si jenaka dengan nilai pas-pasan. Pas Sma, pacar saya back to tipe A, lalu pas kuliah back to tipe B, Kemudian tipe A, Dan akhirnya berpacaran dengan tipe B yang sebenarnya punya segalanya dari mulai tampang dan otak tapi kelewat gak percaya diri dan selalu merasa dirinya adalah korban. Merasa dia tidak value sebagai calon suami kelak karena sifatnya itu, akhirnya saya putus. Tak lama, saya kembali berpacaran dengan tipe A, cool, percaya diri, sombong, dan pernah bilang "saya tidak suka wanita yang terima saya apa adanya".. semata mata karena dia percaya bahwa dirinya "lebih" dan akan menjadi semakin lebih di depan, dia menolak konsep sebagai si "apa adanya" sehingga ia merasa berhak mendapatkan wanita yang juga "lebih" dan bukan wanita "seadanya". Ini adalah bentuk kesombongan yang menurut saya seksi. Dia telah menentukan dirinya sebagai bagian dari kelas aristokrat, ia menolak bersikap di kelas rakyat jelata meskipun sebenarnya dari segi apapun ia memang hanya rakyat jelata, namun ia percaya, bahwa kelas buruh ini hanya sementara. kesombongannya sangat seksi dimata saya dan menulari saya, dia punya value. Namun karena dia maupun saya kelewat dingin dan akhirnya kita break. Kemudian putus dari si A, sekarang saya berpcaran kembali dengan si tipe B, SUPER jenaka yang sifatnya sama persis dengan si B super ganteng yang saya pacari selagi kuliah. 

Terlihat jelas bahwa ada pola A, B, A, B, ini berjalan sebagai mana mestinya, kalau kalian bilang ini hanya kebetulan, menurut saya ini bukan kebetulan...coba saja perhatikan sendiri pola romance anda.

Sabtu

From that Girls who always laugh next to you





Its was my time, when i felt i can't do anything wrong, in time when i think every step that i take is always right

well, i prove my self wrong
i'm learn my lesson now
that future is God secret

i may made several mistake
by letting you go
but future is waiting
hug me to stay strong as they told me that my journey is not end yet
with or without you

SORRY, I can't.....


Ps;
from the girl who always laugh beside you

Rabu

gembok berkarat


katakan, apakah kita punya masa depan?
kau terdiam, raut wajah mu mengeras, seakan-akan bimbang
Aku tersenyum, merasa terhempas ke kerak bumi, lalu gelap.



Bimbang mu merasuki bawah sadar-ku, merasa tak cukup baik untuk mu, aku telah membuang tahun berharga yang kini tak mungkin kembali. Aku habiskan setiap detik untuk membuat mu percaya bahwa aku ada dan satu-satunya. Bahwa Tuhan menciptakan Aku dari tulang rusuk mu. Hari itu, ak hanya butuh kejelasan, dalam Satu episode penuh drama di Bandara, kini terpapar jelas dalam ingatan ku, setelah bertahun-tahun ku hempaskan dalam kotak bergembok. Aku menyerah.


Menatap mu datang dengan ransel besar sambil tergopoh-gopoh menghampiri ku diruang tunggu, mengenakan celana pendek army dan kaos hitam kesayangan mu, rasanya hujan diluar, entahlah, karena aku merasa dingin melihat mu...

"Maaf" kata mu dalam nada pelan
aku menunduk menatap lantai
merasakan detik demi detik berjalan lambat
Pikir ku, untuk apa kau minta maaf jika keputusan mu sudah bulat
pikir ku, sekalipun aku menangis, kau tetap pergi

"Katakan pada ku, apakah aku bagian dari masa depan mu?"
pertanyaan yang sudah aku susun rapih sejak semalam
aku hanya ingin jawaban menenangkan, yang akan membuat ku bernafas lebih baik ke depan

"jika ya katakan iya"
"jika ragu, katakan saja tidak"
Kau terdiam, muka mu bimbang...
..tidak usah kau katakan, aku sudah tahu

aku tersenyum lebar memeluk mu, merasakan kekosongan menyerang ku tiba-tiba.
"baik-baik yah", kata ku sebelum beranjak pergi meninggalkan bandara.

Saat itu, aku merasa telah mendapatkan ketegasan untuk bisa berpijak

Ku pikir itu titik,
lantas kenapa kau buka lagi gembok yang sudah berkarat

Senin

Melambung


Bandung...


aku mengaku pernah mencintai mu diam-diam. Masa dimana hanya ada aku dan perkumpulan kita yang mayoritasnya adalah pria. Aku selalu menatap mu lebih, meskipun dr beberapa pria bukan kamu yg memberikan perhatian lebih.pernahkah kau terbesit, bahwa aku selalu berharap kamu tuk datang, aku menanti motor mu memasuki gerbang kosan ku, aku selalu berharap kau datang setiap waktu hanya untuk sekedar bercerita dan mendongeng sebelum tidur.


masih ingat, ketika kau datang untuk membawa ku pergi, kau tahu, aku tidak bisa tidur semalaman menanti esok. Aku terjaga. Kau datang dengan kaos terbaik mu dan jacket kesayangan mu yang pernah ku pinjam berbulan-bulan. Aku tersenyum mengingat saat itu, ketika kau menyambut ku dengan senyuman teduh yg sangat ku kenal. Aku menikmati setiap detik wangi parfum mu yang tercium ketika motor mu membawa ku melaju cepat menantang angin.kau tahu, aku suka angin mengibas rambut ku hebat, kau mengebut untuk memberikan angin itu.

Aku memang pernah mencintai mu dan mencoba menerka nerka apakah kau pernah menatap ku berbeda? namun sifat ku yang tertutup mungkin membuat mu tak mampu membaca raut wajah , tak mampu melihat rasa ku. kau paling tidak pernah mencintai ku kan? aku menyadarinya ketika kau melarang dgn keras salah satu teman kita untuk jahil ketika aku tertidur pulas di dekat kalian karena kecapekan. Ya kau bilang dengan sangat tegas, jangan ganggu dia, dia sedang capek. Aku melambung saat itu, ingin rasanya aku memeluk mu dan melupakan batas pertemanan.



aku tak akan pernah melupakan masa-masa muda kita, ku ingat selalu jejak-jejak angin bandung yang membawa mu dan aku melaju, aku menutupi semua perasaan saat itu semata-mata karena aku tidak yakin kau menginginkan ku atau tidak, meskipun kau selalu berkata: keluarga ku akan mencintai mu jika ku kenalkan, kau sangat lucu... Dan kau buat ku melambung lagi dan lagi


batas kota memisahkan rutinitas kita, tak ada lagi dongeng tengah malam, tak ada lagi segelas kopi pahit di sudut kota. Namun aku akan selalu mengingat mu dan mendoakan kebahagian mu dengan dia.

Love or Lust....


People may called me nerd and naif..but i called my self as..SPECIAL!



Dari sekian juta kata, aku mendengar suara mu lebih lantang daripada yang lain. Bahkan aku bisa menembus jauh ke dalam jiwa mu hanya untuk menelusuri dimana posisi aku sebenarnya. Satu hal yang sering kali kau lupakan bahwa aku tidak sama seperti perempuan mu yang sudah-sudah, aku lebih special. Aku berbeda. Aku punya prinsip yang akan ku pegang di dalam saku meskipun harus kehilangan seseorang. Meskipun aku membusuk dalam sepi Lalu Galau


Seharusnya aku tidak usah mewujudkan permintaan mu akan kencan yang ku pikir tulus ketika ku lihat kau bertopeng. Tahukah kau, Aku kenal topeng sialan yang kau kenakan kemaren jauh sebelum kau mengenal ku. Bentuk dan rupanya sama saja, bau khasnya yang tengik sekian kali telah membuat ku merapuh, Jika si bijak berpendapat bahwa Pengalaman akan membuat mu kuat, tidak dengan aku yang merasa kosong. aku merasa lebih bodoh dari si otak udang.

Dengar ini baik-baik, Aku bukan perempuan biasa, Aku tidak akan pernah melacurkan diri hanya untuk cinta, kau salah menilai ku. Definisi modern dalam dunia ku tidak berkaitan dengan sex. Aku memilih menjadi open minded yang tidak mempermasalahkn tatapan sinis dan makian bahwa aku Nerd ditengah kemajuan jaman. Peduli setan. Teriak saja dengan lantang bahwa aku si-naïf yg menginginkan ketulusan ketika jaman terlalu metropolis untuk bisa mengerti.

Hanya saja, aku percaya melebihi apapun, bahwa aku akan mendapatkan ketulusan itu esok lusa. Meskipun tidak melalui imaji mu, aku bisa berlalu. Karena seiring berjalannya waktu aku mampu melupakan mu.

what god mission 2 me???

penjilat ludah mungkin kata-kata yang tepat untuk menggambarkan myself, terutama ketika dengan santainya saya tertidur di bahu si idiot when he drive me home many times, tapi part yang satu ini kemungkinan besar didukung oleh angin sepoi2 yang membuat saya kebluk mode on. Tapi part yang kedua, ketika saya membalas gemgaman tangannya tanpa beban kmaren, yang ini tidak ada ada angin dan badai, saya sepenuhnya sadar. What wrong with me???...

kodok tau persis saya lebih memilih memegang ujung tasnya ketika terpaksa keliling mall ambas dari satu toko ke toko lain berjam-jam demi memuaskan hasratnya mencari barang elektronik, yang menurut saya..such a waste of time. Itu barang sama aja, paling beda harga tipis 10-ampe 20 ribu.... i Can't believe that men has brain in these situation. Back to kodok, yeah we were at the same places: ambas, same situation: looking for stuff, but...with idiot i can't resist his hand. Kodok pasti shock kalau tau ttg ini, dia tau persis saya tidak suka berpegangan tangan di mall, sehingga dia membiarkan saya menarik2 ujung tasnya berjam-jam. But he let me do that...without complaining even my hand make his bag more heavy..while idiot push me to hold his hand and..

kodok is everything that i want in this unperfect life, he makes me understand that perfect is actually exist and i deserve to have that without making any effort.

while idiot...exactly the opposite, he make realize that life is unperfect but we can make it perfect in our own way, with changing a few things in our life, change our self to make it better. He everything that i need to crash my ego.

i dont knew what god mission 2 me..
when i'm about to reach other hand, past hold me to stay.

Minggu

kembali ke tempurung

kau biarkan aku menjadi aku yang soliter bersembunyi didalam tempurung hangat. Kau sama sekali tidak mencari cari tempurung ku, atau kau merasa tidak begitu penting untuk menyeret ku secara paksa keluar dari cangkang?. Aku menyeret diri ke dunia gelap dan bisu sama seperti waktu waktu sebelumnya, meskipun kau bilang ratusan kali bahwa cara itu tak akan menghasilkan hasil yang berbeda.Tapi..aku memang sedang ingin sendiri. Hanya saja kau benar2 menghilang ketika seharusnya kau menyapa ku sesekali dalam cangkang, sehingga tempurung ku tidak melupakan imaji mu. Kau biarkan imaji-imaji lain masuk mengisi kekosongan, apa yang sedang kau pikirkan. Apa pun itu kau salah, kau sama sekali tidak mengerti wanita. Well..harusnya aku sudah menduga..hanya saja aku tidak menyangka bahwa kau memang setolol ini.

Rabu

si otak lelet

aku kembali meraih angan-angan dalam tawa dan sepi sekaligus. Aku punya banyak sumber kekuatan, tidak masalah bagi ku jika kau pergi. Aku melihat mu sebagai sosok yang tidak berani ambil keputusan, terlalu takut akan resiko sehingga kau melewatkan banyak hal di masa yang tidak akan kembali. Waktu itu sangat berharga bung, kau pikir ini SELALU tentang kau si otak lelet. Ini juga tentang aku. Ada aku disini yang sedang mencari pertanda, bahwa aku tidak akan menghabiskan bulan-bulan bahkan tahun tahun setelah ini hanya untuk meratapi hal yang tidak pasti. Aku hanya butuh kepastian dan sebuah pertanda...tampaknya kau tidak akan memberikan itu semua karena kau terlalu takut mengambil busur panah untuk kau layangkan pada ku. Aku bisa meramalkan bahwa kau tidak akan bisa diharapkan, kau terlalu pemalu dan berhati hati...aku butuh seseorang yg berani.

Kamis

jejak masa lalu

aku berpaling dari gang itu, gang dimana dulu kau, aku dan mereka tertawa seakan- akan tak peduli akan beban hidup sebagai mahasiswa kosan yang berduit pas-pasan. Aku ingin sekali melewati bangunan itu lagi, tempat dimana kau dan aku berkeluh kesah dan saling mencaci. Entah sudah berapa kali aku singgah di kamar mu yang nyaman dan dekat dengan pusat kota itu, sudah ratusan mentari pagi pernah kulihat dari jendela kamar mu yang sering kali mengobati kerinduan ku akan rumah.

Aku ingin menelusuri setiap jengkal bangunan itu lagi, hanya untuk merasakan kembali kehadiran jejak masa lalu, untuk merasakan kembali pesona mu, untuk merasakan lagi rasa sayang mu yang aku sia2kan begitu saja. Hingga lenyap. Hingga kau berpaling. Hingga kau meninggalkan dalam sepi. Aku ingin kembali ke masa itu, untuk bilang maaf...dan terima kasih.

Rabu

Drifted Apart

dedicated to someone



I don't know where or how to start
to cover the years that we spent apart
you're way out west and I'm in the east
on the phone at best small talk at least
and it breaks my heart
oh, how we've drifted apart

you and I were thick as thieves
the best of friends that could ever be
but time flies by and it's in the breeze
just a shoebox full of memories
and it breaks my heart
oh, how we've drifted apart

I'll never forget your kind brown eyes
or the fingerprints you left all over my life
still it breaks my heart
oh, how we've drifted apart
oh, how we've drifted apart
oh, how we've drifted apart


drfited apart by meaghan-smith

Kamis

Then it's gone in the blink of an eye

many night that we shared, an opportunity to say how much i love you
but somehow, i can't spell any love words...
i can't confess coz it's take my pride
and pride it's all i got

many moment that our eye finally meet
i swallow my pride and bite my tongue..i bite harder!!
mybe i was stupid for act like there's nothing wrong
maybe i was stupid for letting u know that i dont love you
it's like all i ever wanted was friendship
...yeah that was a mask of my face
..yeah i eat my pride pill again

believe it or not
whenever i feel your memory
it's tears me up
it's breaking me down
i'll pretend that i'm okay with it all
pretend i'm not hurt
the turth is..u had a part of me
the turth is..all i ever wanted was u
the turth is..i'm still trying to forget you
...yeah, i swallow pride
..yeah pride is all i got

until someday..u finally find u'r truly someone..
and we never get a chance to sharing some moment..like we used to be
..yeah, i keep swallow my pride and bite my tongue, HARDER THAN BEFORE!!!
and then...memory of us...moment of us
pass us by
then it's gone like a blink of an eye