Kue mochi 'standard' yang berisi kacang tumbuk tidak akan anda temukan di Mochilla. Karena, di gerai mochilla yang dibuka pada 31 Januari 2010 yang lalu ini memberikan pengalaman menikmati mochi dengan isi ice cream. Mochilla di miliki oleh Miss Shiane Aliwarga, ia memang kerap kali berkeliling ke luar negeri untuk menemukan ide-ide yang bisa dijadikan bisnis kuliner di Jakarta. Ketika ia berkunjung ke Jepang dan Amerika, pemilik menemukan mochi isi ice cream setelah itu ia memutuskan untuk membuat gerai sendiri di Indonesia dengan mengimport mochi langsung dari Amerika. Saat ini Mochila memang hanya sebatas menjual namun tidak berproduksi sendiri.
Gerai mochi ini memiliki lambang Godzilla berwarna pink karena pemilik menyukai tokoh Godzilla yang kemudian tokoh tersebut di ubah menjadi mochilla dan menerapkan warna pink pada interior gerai mochi baik yang terletak di Grand Indonesia maupun Gandaria City. Mochilla yang terletak di Grand Indonesia West Mall lantai 3 ini memiliki sampai dua puluh (24) yaitu Black Sesame, Durian, Japanese Green Tea, Jackfruit, Pomegranate, Mango, Red Bean, Tiramisu, Vanilla, Untuk menikmati satu buah kue mochi Mochilla, Anda cukup mengeluarkan biaya sebesar Rp 12.000. Paket berisi empat mochi diberi harga Rp 45.000, dua belas (12) buah dengan harga Rp 120.000. Mrs Kartika selaku store manager Mochilla di cabang grand indonesia mengatakan bahwa best seller varian untuk saat ini adalah rasa cookies and cream and black sesame.
Selain menjual mochi, Gerai ini turut hadir menyediakan wine ice cream dengan kadar alcohol sekitar 5%. Dessert yang terbuat dari wine ini dapat di bedakan menjadi dua berdasarkan bahan dasarnya yaitu ice cream yang terbuat dari red wine dan white wine. Bagi yang suka red wine terdapat 3 pilihan rasa yaitu (anggur), Chocolate Caberne, Red Raspberry Chardonnay, dan Cherry Merlot. Sedangkan ice cream yang terbuat dari white wine terdapat 3 pilihan rasa yaitu Ala Port, Peach White Zinfandel, dan Royal White Riesling. Hati-hati, wine ice cream dari Mochilla yang diberi campuran anggur ini mengandung 5% alkohol. Harga per wine mochi dibandrol sekitar Rp 25.000 (single) atau Rp 45.000 (double). Best seller untuk wine ice cream adalah rasa white royal Riesling.
Mrs Kartika mengatakan bahwa, mochi ice cream belum banyak ada di Indonesia, jadi mochilla mencoba menjualnya dengan target konsumen siapa saja yang menyukai mochi dan es krim. Sampai saat ini respon konsumen sangat baik, saat weekdays jumlah pengunjung perhari bisa mencapai 70-100 sedangkan saat weekeend dua kali lipat dari hari biasa. Meskipun gerai mochilla terbilang kecil yaitu hanya mampu menampung 25 sampai 30 orang, namun kebanyakan pembeli tidak memakannya di gerai namun memilih untuk take away dan memakannya sambil jalan. Pembeli rata-rata adalah student dan worker, sedangkan pembeli keluarga banyak terlihat saat weekend. Untuk satu orang pengunjung, biasanya memesan paket 4 buah mochi dan paket 6 buah mochi. Saat weekday crowded hour adalah saat jam makan siang dan selepas pulang kerja. Sedangkan saat weekend, crowded hour adalah setelah jam 12 hingga malam. Gerai mochilla di buka sejak pukul 10 pagi sampe 10 malam, sehari bisa menjual 400 – 500 mochi sedangkan saat weekend bisa dua kali lipat.
Harga yang dipatok memang relatif mahal untuk sebuah kue mochi yang umumnya di jual dengan harga Rp 5000 isi 5 buah, namun karena saat ini Shiane Aliwarga masih sebatas menjualnya saja dan tidak memproduksi sendiri maka harga tersebut dirasakan wajar. Mochi isi es krim yang di jual di Mochilla bentuknya bulat dengan lebar diameter 4 cm. Pertama digigit, yang terasa adalah tekstur kenyal dari lapisan mochi, lalu timbul sensasi dingin di dalamnya. Menurut Mrs Kartika, es krim biasanya menjadi camilan yang paling disukai terutama di Negara dengan iklim tropis seperti Indonesia, oleh sebab itu masyarakat kita sudah familiar dengan konsep es krim meskipun es krim yang ditawarkan oleh Mochilla berbalut lapisan tepung. Sales point dari gerai mochi isi ice cream ini menurut Mrs Kartika adalah varian rasanya sangat banyak yaitu tercatat saat ini memiliki 24 rasa dengan aneka warna–warna yang cerah dan menggugah selera konsumen.
The world is waiting to be discovered. There are countless adventure, diestinations and unique experiences that await you
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan
Senin
Bebek Ireng Surabaya with spicy chili..if u dare

Saya belum pernah merasakan sambal sepedas ini, lidah terasa terbakar, mulut megap-megap kayak bebek. Yup...saya sengaja mendatangi tempat makan bebek ireng Surabaya yang terletak di depok hanya untuk menjawab tantangan seorang teman lama untuk mencoba sambal cabe paling pedas se-jawa barat. Setelah terjebak macet akhirnya saya tiba di lokasi, langsung saja saya melihat suasana restaurant yang crowded. Banyak pengunjung berarti enak bukan?
saya memesan satu porsi bebek seharga 14.000, tadinya mw pesan bebek peking dengan harga Rp 25.000 tapi berhubung bebek peking itu kelewat besar porsi dagingnya, saya pun menyerah sebelum berperang hahahaha.
Begitu pesanan datang, saya lihat tampilan luarnya biasa saja. Bebek disajikan dengan nasi putih dan sambal cabe diatas kertas nasi. Kertas nasi ini sih menurut saya sebagai alasan praktis saja biar pegawai retaurant tidak usah repot-repot mencuci piring pelanggan. I think that a good idea, i will do it exactly the same if i open my own restaurant someday *amiiiiin.
bebek dengan harga 14.000 tersebut lumayan besar porsinya, tapi dagingnya tidak terlalu empuk alias biasa saja karena di bandung banyak sekali warung bebek yang super empuk jadi maaf kalau ekpetasi saya soal daging bebek sangat tinggi. Menurut saya, porsi nasi-nya sedikit dan cenderung pelit..saya sarankan yang mau makan disini lebih baik membawa sendiri nasi dari rumah, bebeb..HEMAT!!!
Porsi sambalnya pun sedikit sekali, terutama bagi saya yang maniak sambal dan pedas...tadinya saya sudah ingin melayangkan protes tapi begitu saya mencicipi sedikit saja sambal tersebut dengan nasi dan daging bebek... langsung saja lidah saya menjadi kelu. Pedas luar biasa!!! OMG..
Sambalnya buat saya TOP MARKOTOP!!! pedasnya gak nahan, enak, dan digoreng dengan sedikit minyak. Dijamin membuat nafsu makan anda bertambah gila2an, saya sampe nambah nasi dan nambah botol minuman. Kombinasi daging bebek dengan nasi putih dan sambalnya yang top membuat pelanggan lupa daratan termasuk saya..hahahahah. Akhirnya saya tahu kenapa restaurant ini bisa penuh dengan pelanggan...
crunchy I fu mie with seafood Vegie

I fu mie is chinese food that i loveees so much because it's crunchy. I fu mie yang satu ini juga gak kalah renyah...dan kuah seafoodnya sangat seafood. Kesan pertama begitu melihat penampakannya c, sangat mengugah selera. Mie-nya tersembunyi malu-malu dibawah kuah kental seafood dengan potongan cumi dan udang. Aromanya pun langsung menghipnotis otak...aroma seafood yang medok.
Gigitan pertama, saya mencoba kuah seafood dan potongan cumi terlebih dahulu, well cuminya empuk. Rasa kuah seafoodnya sangat kuat, sang koki merebus langsung potongan daging seafood dan menjadikan air rebusannya sebagai kuah yang kemudian dibuat mengental dengan tambahan bumbu sehingga rasa kuahnya sudah sgt berasa seafoodnya meskipun kita mencicipinya tanpa potongan daging cumi atau udang. Yummy...
kuahnya yang salty and very fishy..membuat saya tidak sabar untuk mencicipi mie yang tersembunyi dibawah, langsung saja garpu saya arahkan ke pinggiran mie yang tampak sgt crunchy...tak lama terdengar bunyi: creeeeesh. Sebuah bunyi yang indah..*maaf agak lebay*. Then i bite thoose noodle, kesan pertama...garing dan renyah, so yummy. Tapi jika anda tidak begitu menyukai mie kering anda bisa langsung menuju pada mie dibagian tengah yang sudah tersiram dengan kuah seafood sehingga menjadi lunak. Rasanya tetap enak, seperti mengunyah mie rasa seafood karena rasa kuahnya sangat dominan.
tanpa saya sadari saya sudah tiba digigitan terakhir....my last seafoood or mie..or seafood, well i don't knew which one that i order for my lunch: mie or seafood..sangat sesuai dengan judul masakan yang saya pesan siang itu yaitu: i fu mie seafood. And the best part...there is a plenty fresh vegie drowning with those seafood sauce, healthy but yummy food..high recommended!
Bihun ayam rebus maknyooos

iki piye toh, kok bisa ya...bihuuunnya melembut dengan sempurna. Saya sudah ratusan kali memasak bihun rebus di rumah, kalau gak kelembekan ya kekerasan, hasilnya nanas menuju naas. Makanya saya suka bingung kok bisa ya koki-koki ini bikin bihun dengan rasa yang pas...lembut tapi gak kelembekan, sgt pas!Mungkin koki ini pake bihun supermahal yang import sedangkan saya cuman pake bihun murahan yang beli di tukang sayur keliling, as u knew ada harga ada kualitas. So let try this bitch..* TALK TO BIHUN
Yang jelas bihunnya berdempetan alias merapat, agak sulit memakannya. Kunyahan pertama c agak hambar ya..lalu saya aduk dengan kuah kuat-kuat. Kemudian kunyahan kedua..umm..so yummy! Bumbunya gak medok, sangat natural ditambah dengan bihunnya yang lembut tapi gak lembek dan sayur sawi yang terebus sempurna. So far..i like this!
Berhubung bumbunya gak medok, jadi begitu kita racik sendiri dengan sambal saos dan sambal cabe, rasanya sambalnya jadi menonjol. Yang jelas porsinya banyaaaak banget, agak susah habisinnya.
last comment is about those chicken meat which is standing behind vegie. Sang daging ayam ternyata sudah dibumbui secara terpisah dengan semacam bumbu kecap dan saos tiram sehingga rasanya tidak hambar dan sangat empuk.
Kwetiau..lam-phi-thiam

wokeee, finally i got chance to try various menu in Liam Thia Phiam restaurant..chinese food restaurant at setiabudi building, kuningan.
my first impression is..."WOW' what a big portion"..
fiuh. It take time to eat these baby..my smell good kwetiau.
Actually, i had try many branch of kwetiau..it's kind of my favorite food when i'm still lived as student in Bandung, so i't almost hard to give opinion which one is taste good in differently why..delicious with different flavor from others. Then i try these babies...ummm... 100% strong flavor, you can felt their seasoning in every bite when others branch will lose their touch after fifth bite. then i try their "srikaya toast bread"...oh gosh what a crunchy and soft toast bread, totally highly recommended restaurant. try it guys...
Langganan:
Postingan (Atom)