Senin

Love or Lust....


People may called me nerd and naif..but i called my self as..SPECIAL!



Dari sekian juta kata, aku mendengar suara mu lebih lantang daripada yang lain. Bahkan aku bisa menembus jauh ke dalam jiwa mu hanya untuk menelusuri dimana posisi aku sebenarnya. Satu hal yang sering kali kau lupakan bahwa aku tidak sama seperti perempuan mu yang sudah-sudah, aku lebih special. Aku berbeda. Aku punya prinsip yang akan ku pegang di dalam saku meskipun harus kehilangan seseorang. Meskipun aku membusuk dalam sepi Lalu Galau


Seharusnya aku tidak usah mewujudkan permintaan mu akan kencan yang ku pikir tulus ketika ku lihat kau bertopeng. Tahukah kau, Aku kenal topeng sialan yang kau kenakan kemaren jauh sebelum kau mengenal ku. Bentuk dan rupanya sama saja, bau khasnya yang tengik sekian kali telah membuat ku merapuh, Jika si bijak berpendapat bahwa Pengalaman akan membuat mu kuat, tidak dengan aku yang merasa kosong. aku merasa lebih bodoh dari si otak udang.

Dengar ini baik-baik, Aku bukan perempuan biasa, Aku tidak akan pernah melacurkan diri hanya untuk cinta, kau salah menilai ku. Definisi modern dalam dunia ku tidak berkaitan dengan sex. Aku memilih menjadi open minded yang tidak mempermasalahkn tatapan sinis dan makian bahwa aku Nerd ditengah kemajuan jaman. Peduli setan. Teriak saja dengan lantang bahwa aku si-naïf yg menginginkan ketulusan ketika jaman terlalu metropolis untuk bisa mengerti.

Hanya saja, aku percaya melebihi apapun, bahwa aku akan mendapatkan ketulusan itu esok lusa. Meskipun tidak melalui imaji mu, aku bisa berlalu. Karena seiring berjalannya waktu aku mampu melupakan mu.

Rabu

Sang Wanita




Hujan menyeret sang wanita dalam lubang kekecewaan yang semakin dalam. Beku. Dalam cermin, sinar wanita telah mati sekalipun ia tersenyum memaksakan diri, sekalipun ia berlari, bahkan melompat mencoba menembus kabut. Ia menatap kosong,menyembunyikan emosi yang membara, membiarkan marah bergemuruh dan tumbuh sekali lagi dalam jiwa.


Seakan-akan tenang, ia berjalan dalam sepi, memanjatkan doa pada sang pencipta yang telah membawa adam ke bumi, terdengar lirih dalam satu kalimat penuh pengharapan, memohon agar ia mampu melewati parit gelap bahwa terang akan segera datang seiring Matahari esok pada jam 5 dini hari.

Ini hanya satu titik kehidupan yang harus ia hadapi. Tuhan memberikan kejadian, mengingatkan bahwa manusia bukan nabi sehingga ekpetasi menjadi imagi yang sempurna adalah bentuk kesombongan

wanita berlari pulang, mengaku kalah.
Merasa jengah, merasa rapuh
meski meragu untuk melangkah
namun petunjuk Tuhan sudah sangat jelas
Hujan tidak lagi memberikan ketenangan

Minggu

After the rain, there always rainbow


aku memilih menjadi putri pelangi daripada harus menjadi Cinderella dengan sepatu kaca berkilau dan pangeran super tampan. Mengandeng pangeran sambil mengenakan most wanted shoes memang meyenangkan....tapi entah kenapa menjadi pelangi dengan kesendiriannya tampak lebih mengiurkan bagaikan ditawari es jeruk dingin disiang yang super terik dan panas. Terlepas dari kenyataan bahwa Cinderella adalah mantan babu yang beruntung berkat wajah cantiknya, kebayangkan klw semua pembantu rumah tangga cantik-cantik, bisa-bisa semua majikan kawin lari sama pembantunya. Meskipun pelangi hanya berwajah pas-pasan, tidak punya pengeran dan ibu peri yang siap membantu, tapi berkat pelangi semua orang mengerti bahwa sang pencipta itu ada. Merek crayon ternama bahkan tidak bisa menandingi warna asli dari pelangi yang terang redupnya


habis gelap terbitlah terang
habis kenyang terbitlah ngantuk
namun yg terpenting
habis mendung terbitlah pelangi


sayangnya, pelangi juga bisa capek
kadang menyinari banyak org bisa begitu melelahkan
setiap pelangi butuh juga pelangi