“IFan” Charger Ponsel Tanpa Listrik Dari Belanda
Apa
jadinya jika bumi kita krisis listrik? Sudah pasti harga listrik akan melambung
tinggi. Krisis listrik adalah ketakutan terbesar saya karena sebagai penggila
ponsel, saya tdak pernah absen menekan tombol untuk keperluan seperti browsing, chatting, email, dan SMS. Andai saja, menekan tombol ponsel
sama dengan push-up satu kali,
mungkin saya sudah selangsing Miss Bette Franke, model ternama asal Belanda.
Ojek langganan saya saja, punya dua ponsel. Tidak mau kalah dengan tukang sayur
dekat rumah yang menggunakan ponsel sebagai alat transaksi, Ibu saya bisa
memesan sayuran yang ia inginkan dengan satu SMS singkat, esok pesanan sudah
dibungkus dengan rapih. Betapa mudahnya hidup kita dengan teknologi.
Tapi
apakah hidup dengan ponsel sudah cukup? Tidak. Coba saja tengok generasi
sekarang yang menggunakan internet layaknya cemilan untuk menelan informasi
yang mereka butuhkan kapan saja. Bahkan, Ayah saya, tidak akan mengira bahwa
bihun ayam buatan saya minggu lalu adalah hasil menyontek internet, yang saya
akses melalui ponsel kesayangan. Belum lagi tetangga saya yang sedang demam
bisnis online melalui ponsel, setiap hari ia harus bolak balik ke kantor pos
demi mengirim orderan. Berapa banyak, yang aktif menjadi pedagang di dunia
maya? Saya rasa banyak. Bulan Oktober tahun lalu saja, jumlah pengguna internet
naik dari 13 juta menjadi 55 juta.
Bagaimana
jadinya, jika pengguna ponsel di dunia menggunakan listrik minimal satu jam
setiap hari untuk mencharger ponsel mereka. Bisa jadi kita akan mengalami
krisis listrik jika tidak pintar pintar berhemat. Ketakutan saya atas krisis
listrik semakin menjadi ketika negara kita berencana mengimpor listrik
dari Malaysa di tahun 2014 nanti. Jaman saya kecil, rasanya tidak pernah ada
pemadaman listrik bergilir, tidak seperti sekarang. Tersirat dibenak saya, apa
yang akan dilakukan Belanda sebagai sebuah negera maju yang terkenal inovatif. Apakah
Belnada akan melakukan penghematan seperti kita? Saya rasa tidak. Benar saja
dugaan saya, alih alih memadamkan listrik secara bergilir, Belanda malah
menciptakan alat unik untuk mencharger ponsel tanpa listrik.
Belanda
menunjukkan kreatifitas dengan menciptakan alat untuk mencharger ponsel dengan menggunakan
tenaga angin, hemat listrik 100%. Desainer Belanda yaitu Pak Tjeerd Veenhoven,
telah menciptakan produk bernama iFan yang ia ciptakan untuk mencharger ponsel iphone
miliknya. Cara membuat iFan sangat minim biaya, cukup menggunakan kipas dari
komputer bekas yang kemudian dimodifikasi dengan menambahkan kulit karet
sebagai sambungan ke ponsel. Melalui tenaga angin, iFan bisa menghasilkan
listrik, Pak Tjreed selalu membawa serta IFan menuju kota dengan bersepeda, ia
kini tidak lagi cemas kehabisan baterai akibat terlalu lama di jalan.
Berangkat dari kecemasan, Pak Tjreed mencari
penyelesaian dengan berfikir di luar kotak. Think
out of box, adalah salah satu ciri berfikir kreatif. Saya ingin sekali dipinjamkan
iFan oleh Pak Tjreed. Saya bisa bersepada sambil mencharger ponsel saya, dengan
begitu body mirip Miss Bette Franke
bukan lagi mimpi. Jika listrik menjadi barang mewah, saya akan menelepon Pak
Tjreed memohon agar ia mengirimkan iFan. Kini Pak Tjreed tengah mengembangkan iFan
agar bisa digunakan untuk mencharger apa saja. Sebuah kabar gembira dari
Belanda, negara kecil namun memiliki kotak berfikir yang maha besar.
Sumber: http://www.24oranges.nl/?s=ifan/2012
http://tekno.kompas.com/read/2011/10/28/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar